Rabu, 18 Maret 2020

Segera Dibuka, Rekrutmen Tamtama TNI AU 2020 untuk Lulusan SMP

DUNIA POLITIK - Bagi kamu lulusan minimal SMP, namun memiliki integritas dan disiplin tinggi, dapat segera mendaftarkan diri sebagai prajurit TNI Angkatan Udara (AU) TA 2020. Rekrutmen Tamtama TNI AU 2020 gelombang I akan segera dibuka.  Pendaftaran dibuka pada 15 Januari 2020 dan akan berlangsung sampai 28 Februari 2020.


Syarat umum 1. Warga Negara Indonesia.
2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945.
4. Berusia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan.
5. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri.
6. Sehat jasmani dan rohani.
7. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Syarat khusus
1. Pendidikan terakhir serendah-rendahnya SLTP/sederajat.
2. Melengkapi ijazah SD, SLTP, SLTA (bagi lulusan SLTA), SKHUN dan raport pendidikan terakhir asli serta fotokopi yang telah dilegalisasi.
3. Tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan seimbang/ideal menurut ketentuan yang berlaku. 4. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama selama tujuh tahun.
5. Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan pertama sampai dengan 2 tahun setelah lulus pendidikan pertama, yang diketahui oleh orangtua/wali, Lurah/Kepala Desa dan Kantor Urusan Agama (KUA)/catatan sipil setempat (bermaterai).
6. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya.
 8. Bagi yang sudah bekerja dengan melampirkan: Surat persetujuan/izin dari kepala instansi yang bersangkutan. Surat pernyataan bersedia diberhentikan dari status karyawan, bila diterima menjadi Prajurit TNI.
9. Bagi orang tua atau wali bersedia menandatangani surat pernyataan tidak melakukan penyuapan/kolusi kepada pihak manapun (bermaterai).
10. Mendapat persetujuan dari orang tua bagi calon siswa yang belum berumur 21 tahun atau persetujuan wali bagi calon yang kedua orang tuanya sudah meninggal dunia atau berhalangan tetap. 11. Harus mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian seleksi penerimaan.

Alur pendaftaran

1. Buat akun baru di laman, https://diajurit. tni-au.mil.id/register Masukkan nama lengkap Masukkan email Masukkan tanggal lahir Masukkan jenis kelamin Masukkan jenjang Masukkan lanud tujuan
2. Lanjutkan login di laman, https://diajurit.tni-au.mil.id/login_auth Login menggunakan username dan password yang sudah di verifikasi lewat email. Lengkapi biodata: Data pribadi, Data pendidikan, Data orangtua/wali, Data penghargaan
3. Cetak kartu daftar online Unggah kartu daftar online dalam bentuk pdf lalu cetak.

4. Daftar ulang ke lanud tujuan Lakukan pendaftaran ulang ke lanud tujuan dengan membawa persyaratan yang tertera di kartu daftar online. Perlu diketahui, selama proses penerimaan juga tidak dipungut biaya. Bagi kamu yang berminat atau bercita-cita jadi tentara, khususnya prajurit TNI AU, maka segera persiapkan dirimu.

Info lebih lengkap bisa membuka laman, https://diajurit.tni-au.mil.id/

Sumber
Read more

Kisah Anak Tukang Jagung Bakar Sukses Jadi Pilot Wanita Pertama di TNI AD

DUNIA POLITIK - Letda CPN (K) Puspita Ladiba, wanita asal Medan yang menjadi penerbang wanita pertama di TNI AD. Kini, ia menjabat sebagai Co Pilot TNI AD. Di video channel Youtube resmi TNI AD, Jumat (9/1), Letnan Ladiba menceritakan kisahnya.


Perjalanannya menjadi pilot wanita pertama bukanlah hal yang mudah diraih begitu saja. Ladiba menceritakan bagaimana ia menjalani masa sekolahnya yang penuh kesederhanaan.
Alumni taruni angkatan pertama ini berasal dari keluarga sederhana. Dan, menjadi anggota Paskibraka menjadi titik balik kehidupannya saat itu. Berikut cerita lengkap Letnan Ladiba, pilot wanita pertama TNI AD yang berhasil kami rangkum.
Dalam tiga video tentang dirinya, Ladiba menceritakan bagaimana awalnya ia diberi kesempatan untuk masuk akmil. Semua berawal ketika ia lolos menjadi anggota Paskibraka Kota Medan.
Karena kegigihannya, Ladiba muda berhasil mewakili Sumatra Utara untuk menjadi Paskibraka tingkat nasional di Istana Negara. Ladiba mengungkap bagaimana bangganya ia saat itu.
“Di TV itu, inilah putra putri terbaik bangsa, langsung dari itu saja udah senang banget mendengarnya,” ungkap Diba, panggilan akrab Letda Puspita Diba.
Ketika masuk Akademi Militer (Akmil), latar belakang taruna-taruni dipertanyakan. Ladiba tak pernah malu dengan pekerjaan orang tuanya, sang ayah bekerja sebagai sopir dan ibunya berjualan jagung bakar.
Saat mengungkapkan pekerjaan orang tuanya, banyak yang meragukan. Bahkan, ada yang menyebut Diba berbohong.
“Ayah saya sopir, ibu saya jual jagung. Bohong kamu, mana bisa anak sopir (masuk taruni),” ungkap Diba. Walau hidup dalam kesederhanaan, orang tua Diba selalu berusaha memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya.
“Saya waktu itu cuma sopir rental, gak ada pekerjaan tetap. Istri saya jualan di pinggir jalan. Tapi kami selalu berusaha memenuhi kebutuhan sekolah anak,” cerita ayah Ladiba, Herry Naldi Febri sambil menahan tangis.
Pengalaman di Paskibraka membuka lebar kesempatan Diba untuk masuk ke Akmil. Ia menceritakan bagaimana bisa masuk ke Akmil angkatan taruni pertama.
“Awalnya untuk taruni memang tidak ada, itu usulan dari almarhumah ibu Ani Yudhoyono… Kita direkrut dari anggota paskibraka nasional dan sekolah unggulan,” cerita Diba.
Diba yang direkrut karena prestasinya menjadi Paskibraka, awalnya tidak menyangka bisa lolos dan lulus Akmil. Serangkaian proses perekrutan sudah dilalui Diba, dan akhirnya bisa lulus cumlaude tahun 2017 lalu.
Setelah lulus dari Akmil, Diba direkrut untuk menjadi penerbang di TNI AD. Wanita asal Medan ini mengaku awalnya tidak tahu ada korps penerbang di TNI AD.
“Awalnya saya tidak tahu ada korps penerbang angkatan darat, jadi para penerbang angkatan darat dan diberi kesempatan untuk jadi pilot wanita pertama,” ungkap Diba.
Menjadi penerbang wanita pertama di angkatan darat adalah kebanggaan tersendiri bagi Diba, terlebih sosok wanita di korps penerbang AD belum pernah ada. Walau begitu, kemampuan Diba menjadi bukti, dan kini ada pilot wanita lain yang bergabung di korps penerbang AD.
Read more

TNI AD Tambah Jumlah Alokasi Penerimaan, 2020 Rekrut 17.264 Prajurit, Persiapkan Diri Kalian

DUNIA POLITIK - Selain prosedur yang relatif lebih mudah dan materi uji yang disesuaikan, dibanding tahun sebelumnya, pada tahun 2020 ini TNI AD juga menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang.


Hal itu disampaikan Waaspers Kasad Brigjen TNI Agus Setiawan, S.E., kepada awak media saat berkunjung ke stand TNI AD di hari ketiga pada pelaksanaan 29th Indonesia International Education Training Expo & Scholarship 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2/2020).
Diungkapkan Waaspers Kasad, sistem rekrutmen prajurit TNI AD saat ini dapat dikatakan akan relatif lebih mudah dari tahun-tahun sebelumnya. “Dengan adanya perbaikan dalam standar penilaian setiap materi seleksi, pimpinan TNI AD dalam hal ini Bapak Kasad (Jenderal TNI Andika Perkasa) memberikan kesempatan bagi para calon prajurit untuk lulus,” ujar Agus Setiawan.
“Contohnya, pada uji jasmani, renang tidak lagi menjadi bahan penilaian yang menentukan peringkat, namun hanya sebagai data bahan pertimbangan,” tambahnya.
Menurutnya, dengan perubahan tersebut bukan berarti terjadinya penurunan kualitas kemampuan calon prajurit, karena pada dasarnya seleksi dilakukan secara ketat. “Dalam rangka mendapatkan SDM yang unggul dan profesional, TNI AD akan tetap melaksanakan rekrutmen secara obyektif dan transparan,” tegasnya.
Khusus tahun ini, dikatakan Agus Setiawan, TNI AD akan menambah alokasi menjadi 17.264 prajurit, baik Tamtama, Bintara maupun Perwira, dimana tahun sebelumnya 2019 hanya merekrut 15.547 prajurit. “Tahun 2020 ini, TNI AD akan merekrut 17.264 pemuda-pemudi terbaik dari seluruh penjuru tanah air,” jelas Agus Setiawan.
“Ada pun untuk Catar Akmil sebanyak 400 orang, Pa PK Reguler 130 orang, Pa PK Tenaga Kesehatan 110 orang, Caba PK 3.500 orang, Cata PK 13.100 orang dan mahasiswa beasiswa sebanyak 24 orang,” urai lulusan Akmil tahun 1990 ini.
Seperti tahun sebelumnya, ditegaskan bahwa TNI AD senantiasa memberikan kesempatan yang luas kepada pemuda-pemudi Indonesia untuk menjadi prajurit. “Termasuk yang tinggal di perbatasan, pedalaman maupun pulau terluar,” tambahnya.
Terkait sistem zonasi, menurutnya merupakan pemberian kesempatan bagi putra daerah, namun bukan berarti menutup peluang bagi pendatang yang berdomisili di wilayah tersebut. “Alokasi penerimaan prajurit dibagi sampai tingkat Kodim. Calon yang direkrut, diprioritaskan putra daerah setempat, dan apabila (calon) merupakan pendatang maka diwajibkan minimal telah berdomisili selama 3 tahun,” terangnya lagi.
Dikatakannya lebih lanjut, sistem zonasi merupakan wujud kepedulian dan kecintaan TNI AD kepada pemuda-pemudi Indonesia. “TNI AD milik seluruh rakyat Indonesia, sehingga seluruhnya berhak ikut mengabdi sebagai prajurit TNI AD, baik yang tinggal di perbatasan, pedalaman, maupun pulau-pulau terluar Indonesia,” tegas Agus Setiawan lugas.
“Khusus kepada adik-adik yang berminat ikut seleksi penerimaan prajurit, kembali ditegaskan bahwa selama pelaksanaan seleksi, TNI AD tidak pernah memungut biaya apa pun. Bila ada oknum nakal yang dengan sengaja menawarkan iming-iming agar lulus, maka jangan percaya dan bila perlu laporkan,” tambahnya.
Berkaitan dengan pelaksanaan pameran kali ini, Agus Setiawan, sangat senang dan bangga melihat stand TNI AD, baik dari segi tampilan maupun personel yang bertugas telah dipersiapkan dengan baik.
“Saya monitor sejak hari Kamis (6/2/2020), stand TNI AD tidak pernah sepi pengunjung. Ini tidak hanya menunjukkan kecintaan rakyat kepada TNI AD, namun juga wujud komitmen TNI AD dalam memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya memberikan informasi yang akurat terkait penerimaan prajurit,” tutur ayah tiga orang anak ini.
Selama tiga hari, stand TNI AD selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan usia. Tidak hanya sekadar mencari informasi terkait penerimaan prajurit, namun juga ada yang mencoba tiang pull-up dan chinning, cek buta warna, konsul psikologi, foto-foto dengan para Taruna maupun prajurit Kostrad, Kopassus, dan Kowad.
“Saya sangat senang, pengunjung yang datang tidak hanya melihat, namun juga mencoba berbagai alat uji dan konsultasi, bahkan ada yang langsung mendaftar dengan dibimbing personel dari Ajendam Jaya,” pungkasnya.
Dari catatan panitia stand TNI AD, pengunjung hari pertama sejumlah 1.250 orang, hari kedua 1.640 orang, dan di hari ketiga sejumlah 1.750 orang dengan rata-rata 200 s.d. 250 orang mendaftar langsung di stand tersebut setiap harinya.
Read more